“Membangun destinasi pariwisata di daerah sama artinya dengan memdorong pembangunan daerah”, ujar Prof. Dr. M. Baiquni, M.A (Pakar UGM) dalam memulai paparannya pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite III DPD RI dengan Asosiasi Travel Indonesia (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Pakar dari UGM mengenai masalah kepariwisataan yang dipimpin oleh Ketua Komite III Drs. H. Hardi Selamat Hood, didampingi oleh Wakil Ketua Komite III Pdt. Carles Simaremare di ruang rapat Gedung B DPD RI, Jakarta-Senayan, Selasa, (7/02/2017).
Berita
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah pariwisata, khususnya wisata bahari. Namun kecenderungannya, wisata saat ini hanya berorientasi pada wisata darat saja, sementara masih banyak wilayah wisata laut belum dapat dinikmati, karena lemahnya infrasturktur.
Demikian yang disampaikan Dr. Dyah Widiastuti, Sekretaris Pusat Studi Pariwisata UGM di sela acara Internasional Academic Conference on Tourism 2016 (INTACT) yang kedua di Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM pada Kamis, 29 September 2016. “Kita harus mengembangkan pariwisata tidak hanya berorientasi pada daratan namun juga berorientasi pada lautan dan konektivitas antar pulau dengan karakter yang berbeda-beda.” Papar Dosen Geografi UGM ini.
YOGYAKARTA Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM menggandeng negara-negara di kepulauan Asia Pasifik untuk mengembangkan ekowisata, yakni kepariwisataan yang selaras dengan lingkungan. Negara-negara yang diajak bekerja sama adalah Malaysia, Kepulauan Fiji, Samoa, Marshal Island, Solomon, Vanuatu, Tuvalu, Tonga, Papua Nugini, dan Timor Leste.
Ketua Program Studi Kajian Pariwisata UGM yang juga merangkap sebagai Kepala Puspar UGM, Dr. M. Baiquni, M.A., mengatakan rintisan kerja sama negara-negara Asia Pasifik dengan Indonesia dalam pengembangan wisata berbasis alam ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan yang ada di negara-negara tersebut. “Yang menarik dari ekowisata ini, di samping memberikan kepedulian terhadap lingkungan, sektor ini diharapkan memberikan manfaat bagi ekonomi masyarakat yang kita sebut 3p, profit, people, and planet,†kata Baiquni dalam kegiatan International Conference on Ecotourism, Rabu (27/4), di Prambanan Room Hotel Inna Garuda.